Produksi Ikan

Sosialisasi SI-OBENG di PPN Brondong

Penulis : , | 31/05/2018 20:58

Brondong – Si – Obeng (sisitem Informasi Operasional Bengkel Nelayan) di selenggarakan oleh Direktorat Kapal Api, pada tanggal 25 Mei 2018, di Meeting Hall Fisherman Brondong Fishing Port, yang diikuti oleh Pegawai PPN Brondong, Nelayan (Nahkoda, Pemilik kapal, Motoris, Toko sperpart, tukang las keliling) di Wilayah PPN Brondong.

Dengan adanya bantuan bengkel nelayan ini Kalabu PPN Brondong, Dedi Sutisna, berharap bisa bermanfaat dan bisa dioperasionalkan dengan baik”.

Kasubdit Kapal Api, Imron Rosyidi, dalam arahannya pada kegiatan Sosialisasi SI-OBENG di PPN Brondong menyampaikan “Bengkel Nelayan di Brondong ini merupakan bangunan bengkel pertama dan menjadi pecontohan yang selanjutnya akan dibangun bengkel-bengkel di Pelabuhan tempat pendaratan ikan yang lain. Rencana bangunan akan dibuat sama bentuk dan ukurannya sehingga biaya bangunanpun sama. Tersedianya bengkel nelayan nantinya juga bisa dikelola oleh Koperasi maupun Swasta.

Tarif Jasa Perbaikan dan perawatan disesuaikan dengan PP No. 75 tentang PNBP, Pengelolaan Bengkel menggunakan aplikasi  berbasis online dengan teknologi web-based cloud server (sewa bulanan) untuk memantau aktifitas bengkel, yang meliputi: Transaksi jasa layanan (service); Persediaan suku cadang (spare part inventory); dan Penjualan unit (sales), sehingga diharapkan tersedianya data keseluruhan transaksi (jasa layanan dan penjualan) serta data kebutuhan suku cadang (spare part) untuk periode bulanan dan tahunan. Cara pembayarannya akan diberi struk, “Jelasnya.

Bagaimana jika cara bayarnya berhutang/mencicil karena penghasilan nelayan tidak bisa dipastikan? Demikian salah seorang nelayan bernama Edi bertanya kepada Andi Sardy Safri, Kasi Permesinan Kapal Api.

“Jika nelayan pada saat pembayarannya nanti berhutang maka aplikasinya bisa di satting dengan ketentuan besarnya”, jelasnya.

Disamping itu ada beberapa juga nelayan yang berharap agar disediakan beberapa alat kebutuhan bengkel (Tes Gas Bor, Nossel, selep as krup, bubut dll) yang sekiranya di wilayah Berondong belum ada karena selama ini mereka membawanya ke Tuban bahkan ke Surabaya.