Produksi Ikan

PEMBINAAN PENERAPAN SISTEM RANTAI DINGIN

Penulis : , | 26/04/2018 16:07

PRIGI - Untuk meningkatkan pengetahuan pelaku usaha tentang pentingnya penerapan sistem rantai dingin dalam penganan ikan hasil tangkapa serta memberikan gambaran tentang tugas, peran, dan usaha yang telah dilakukan oleh Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Prigi dan Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Trenggalek dalam mendukung penerapan sistem rantai dingin. Pada Rabu (25/4/2015) bertempat di Balai Pertemuan Nelayan (BPN) Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi dilaksanakan kegiatan Temu Wicara tentang Penerapan Sistem Rantai Dingin dalam penanganan ikan hasil tangkapan nelayan.

Acara ini dihadiri oleh Kalabuh Bapak Dwi Yuliono Rochayadi, Kadin KP Trenggalek Bapak Syuhadak abdullah, Kasi Operasional Peabuhan PPN Prigi, Kabid Pengolah Hasil Perikanan DKP Trenggalek, Penyuluh Perikanan, nelayan, pedagang dan pengolah hasil perikanan yang berjumlah 40 0rang.

Pada kesempatan ini Kalabuh menyampaikan materi tentang fungsi pelabuhan perikanan menurut UU No. 45 tahun 2009 tentang perubahan UU No. 31 tahun 2004 tentang perikanan, yang salah satu pointnya adalah Pelayanan pembinaan mutu dan pengolahan hasil perikanan. Hal ini menjadi tugas dari pihak PPN Prigi untuk menjawab permasalahan penangan hasil tangkapan yang masih kurang optimaldan stigma negatif bahwa menjaga mutu ikan hasil tangkapan tidak berpengaruh terhadap harga jual ikan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pihak PPN Prigi telah melakukan revitalisasi TPI Higienis dan usulan pembangunan pabrik es di PPN Prigi dengan kapasitas 40 ton perhari untuk mempermudah nelayan mengelola ikan hasil tangkapannya.

Kadin KP Trenggalek Bapak Syuhadak juga menyampaikan Sistem Rantai Dingin adalah Suatu cara menjaga mutu ikan dengan prinsip suhu rendah dibawah 5°C secara terus menerus dan tidak terputus mulai dari penangkapan, pemanenan, penanganan, pengolahan, distribusi, pemasaran hingga ke tangan konsumen.