Produksi Ikan

Koordinasi dan Mediasi Nelayan Cilacap dan Pangandaran di PPS Cilacap

Penulis : , | 03/04/2018 09:43

PPS CILACAP – (01/03/2018) Pertemuan Koordinasi dan Mediasi dilakukan terhadap Nelayan Kabupaten Cilacap Jawa Tengah dan Nelayan Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. bertempat di Balai Pertemuan Break Water Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap 28 Februari 2018.

Kegiatn tersebut dihadiri oleh beberapa instansi antar lain, DKP Prov. Jateng, Dinas Perikanan Kab. Cilacap, Dinas Kelautan, Pertanian dan Kehutanan (DKPK) Kab. Pengandaran, PSDKP Cilacap, PolAir, TNI AL, serta perwakilan Nelayan Kab. Cilacap dan Nelayan Kab. Pengandaran.

 

Pembahasan kali ini terkait tentang Alat Penangkap Ikan (API) “Pancing Senggol”  karena DKPK Kab. Pengandaran telah diundang oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI terkait banyaknya kematian penyu berukuran > 7kg di Pantai Pangandaran, diidentifikasi dilokasi terdapat pancing senggol.  Sebelum ada pancing senggol belum pernah ditemukan banyak kematian penyu di Pantai Pengandaran.  Setelah ditelusuri memang kedapatan beberapa nelayan Cilacap menggunakan API jenis pancing senggol diwilayah perbatasan Kabupaten Cilacap dan Kabupaten Pangandaran. 

Nelayan Pengandaran menolak penggunaan alat tersebut karena ada “kearifan lokal” di wilayah pengandaran yaitu pada hari Kamis Sore – Jum’at libur melaut dan setelah sholat Jum’at baru boleh berangkat melaut. Selain itu Nelayan Pangandaran tidak menggunkan API “Pancing Senggol”.

“Pancing Senggol” merupakan alat penangkap ikan sejenis rawai dasar tanpa umpan, yang jumlah 1 set nya bisa > dari 1.000 kail/mata pancing, jarak antara mata pancing 40 – 50cm dan jenis ikan yang tertangkap umumnya dari jenis ikan Pari, Manyung Besar, Hiu dan ikan dasar lainnya.