Produksi Ikan

SIKLON TROPIS MARCUS DI SAMUDERA HINDIA, NELAYAN PENGAMBENGAN ENGGAN MELAUT

Penulis : , | 23/03/2018 14:41

PPN Pengambengan news - Dampak siklon tropis Marcus yang terjadi di sekitar Samudra Hindia menyebabkan kenaikan gelombang sejak tanggal 21 Maret 2018 kemarin. Sebagian nelayan Pengambengan, Kabupaten Jembrana – BALI mengurungkan niatnya untuk melakukan penangkapan ikan. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), badai siklon Marcus muncul pada pagi sekitar pukul 09.00 WIB tanggal 21 Maret 2018. Dampak siklon membuat ketinggian gelombang sekitar 8 feet (sekitar 2,75 meter) dan akan berlangsung diperkirakan sampai dengan hari senin tanggal 26 Maret 2018. Sampai dengan hari ini produksi ikan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan mengalami penurunan, karena Armada kapal dengan alat tangkap pukat cincin dua kapal (purse seine) tidak ada yang melakukan penangkapan, hanya beberapa kapal dibawah 5 GT yang melakukan penangkapan ikan. Hasil pencatatan produksi yang dilakukan oleh petugas enumerator PPN Pengambengan dari tanggal 22 Maret 2018 sekitar 1 ton dan hari ini hanya hanya 300 kg.

Siklon tropis merupakan badai dengan kekuatan yang besar. Radius rata-rata siklon tropis mencapai 150 hingga 200 km. Siklon tropis terbentuk di atas lautan luas yang umumnya mempunyai suhu permukaan air laut hangat, lebih dari 26.5 °C. Angin kencang yang berputar di dekat pusatnya mempunyai kecepatan angin lebih dari 63 km/jam.

Secara teknis, siklon tropis didefinisikan sebagai sistem tekanan rendah non-frontal yang berskala sinoptik yang tumbuh di atas perairan hangat dengan wilayah perawanan konvektif dan kecepatan angin maksimum setidaknya mencapai 34 knot pada lebih dari setengah wilayah yang melingkari pusatnya, serta bertahan setidaknya enam jam.