Produksi Ikan

PEMBINAAN NAHKODA, ABK DAN STAKEHOLDER DALAM RANGKA TERTIB BANDAR

Penulis : , | 26/10/2017 10:09

PPN Prigi, Bertempat di salah satu rumah nelayan pemilik alat tangkap Purse Seine (Suharni) RT 028 RW 005 Dusun Kebon Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek provinsi Jawa Timur tanggal 05 Oktober 2017, Kepala Seksi Operasional Pelabuhan PPN Prigi Ibu Erawati Wulandari, S.Pi, MP dan Kepala Seksi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha PPN Prigi Bapak Hardi W, S.Pi beserta Staf dan Penyuluh Perikanan melaksanakan kegiatan Pembinaan Nahkoda, ABK dan Stakeholder. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan nelayan pemilik kapal tentang tertib bandar khususnya dalam penerapan lapor keberangkatan dan kedatangan kapal, selain itu juga disampaikan materi tentang penerapan system rantai dingin untuk penanganan ikan diatas kapal di Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi.  

Penanganan ikan di atas kapal adalah segala upaya terhadap hasil tangkapan di kapal mulai dari tindakan awal sampai dengan penyimpanan yang bertujuan menjaga mutu ikan sesuai dengan standar yang diinginkan. Mutu ikan tidak dapat diperbaiki tetapi hanya dapat dipertahankan. Kerusakan ataupenurunan mutu ikan dapat terjadi segera setelah ikan mengalami kematian, peristiwa ini terjadikarena mekanisme pertahanan normal ikan terhenti setelah ikan mengalami kematian. Adapunpenyebab kerusakan ikan adalah bakteri, ensim dan reaksi kimia yang terdapat didalam tubuhikan maupun lingkungan dimana ikan berada.Untuk menjaga mutu ikan hasil tangkapan, maka perlu penanganan yang baik sejakikan diangkat dari alat tangkap, selama penyimpanan, dan pembongkarannya, sehingga ikandapat sampai dikonsumen dengan mutu yang baik dan aman untuk dikonsumsi.

Dalam hal ini diketahui bersama bahwa penerapan system rantai dingin memerlukan biaya yang tidak sedikit. Dengan demikian atas dasar koordinasi dan Kerjasama antara Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur, Pelabuhan Perikanan Nusantara Prigi  dan Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek untuk mewujudkan nelayan yang sadar tentang penanganan ikan yang baik diatas kapal melalui program palkanisasi. Adapun kegiatan ini sudah dilakukan sejak tahun 2014 sampai dengan 2017 yang melibatkan 28 kapal dengan alat tangkap Purse Seine. Berdasarkan hasil evaluasi pemanfaatan palka dari program ini sangat baik karena mampu digunakan untuk menyimpan es dan ikan dalam suhu dingin sehingga mutu terjaga.

Dalam kesempatan ini juga Kepala Seksi Tata Kelola dan Pelayanan Usaha menyampaikan tentang kewajiban yang harus dipenuhi oleh pemilik kapal terkait dengan pemanfaatan fasilitas dipelabuhan yaitu tambat labuh. Sampai dengan saat ini masih banyak pemilik kapal alat tangkap purse seine yang belum memenuhi kewajiban pembayaran tambat labuh. Dengan demikian diharapkan kesadarannya untuk segera membayar.