Produksi Ikan

Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan ke PPS Cilacap

Penulis : , | 17/08/2017 08:09

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melakukan kunjungan kerjanya ke Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap Ir Bambang Ariadi, MM dan Bupati Cilacap H Tatto Suwarto Pamuji menyambut kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan di Bandara Tunggul Wulung Cilacap, Senin (14/08/2017).

Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan terkait dialog teleconference dengan empat menteri yaitu Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, dan Kepala Daerah di beberapa lokasi tentang Sinergi Kementerian dalam Mengangkat Ekonomi Rakyat Melalui Inklusi Keuangan.

Kegiatan Teleconference tersebut berlangsung di gedung Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) yang dihadiri oleh Pejabat dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, SKPD Kabupaten Cilacap, Instansi terkait lainnya serta seribu warga dan nelayan di Kab.Cilacap.

Dalam teleconferece tersebut Menteri Kelautan dan Perikanan meyakinkan Menteri Keuangan bahwa produksi perikanan ada di Cilacap sudah jauh lebih banyak dibanding sebelumnya. Sehingga diharapkan dana bergulir sebesar Rp 5 miliar untuk KUD Mino Saroyo dapat disalurkan pada anggotanya sebagai pinjaman agar dapat membantu meningkatkan ekonomi nelayan dan pedagang ikan di Cilacap.

Menteri KP mengatakan bahwa dana bergulir tersebut bisa ditambah oleh kementerian. Asalkan seluruh kapal besar bisa masuk ke lokasi TPI untuk menambah pendapatan KUD dan nelayan.

Men KP mengakui bahwa Sektor perikanan selama ini belum maksimal dalam memberikan kontribusi pada keuangan negara, hal tersebut disebabkan beberapa faktok antara lain masih adanya kapal perikanan yang melakukan mark down. Hal tersebut dikatakan saat beliau memberikan sambutan usai melakukan teleconference. “setiap dokumen kapal yang dimiliki pemilik kapal, harus sesuai dengan spesifikasi kapal. Tidak me-mark down ukuran kapal” katanya.

Dijelaskan pula bahwa, setiap kapal perikanan yang melaut di perairan Indonesia tidak diperbolehkan menangkap ikan seenaknya sendiri, alat tangkap dan ukuran kapalnya harus jelas dan apabila tidak jelas, kapal tersebut tidak diperbolehkan melaut. Selain itu beliau menyampaikan pula bahwa kapal perikanan yang memiliki bobot dibawah 10 GT cukup sekali melakukan izin dan registrasi, selanjutnya tidak perlu mengurus izin lagi.

Usai memberikan sambutan serta arahan, Menteri KP dan Bupati Cilacap melakukan dialog dengan nelayan dan pelaku usaha perikanan di PPS Cilacap juga pemberian hadiah door prize pada beberapa nelayan yang bisa memberikan jawaban beberapa pertanyaan dari Menteri KP.

Selanjutnya Menteri Kelautan dan Perikanan melakukan kunjungannya ke stand UMKM yang berada di depan TPI PPS Cilacap serta Pasar Ikan dan dilanjutkan ke kantor Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap untuk beramah tamah dan beristirahat sejenak sebelum menuju ke Bandara Tunggul Wulung Cilacap untuk kembali ke Jakarta. (cs)