Produksi Ikan

Monitoring Pelaksanaan SHTI di PPN Brondong

Penulis : , | 08/08/2019 12:20

PPN Brondong – Kegiatan Monitoring Pelaksanaan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong dihadiri oleh 10 UPI (Unit Pengolah Ikan) yang pernah mengajukan ijin Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan di PPN Brondong, Kamis (11/7/2019).

Dedi Sutisna Kepala PPN Brondong, dalam rapat kali ini menyampaikan hasil Monitoring pelaksanaan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan Semester I Tahun 2019 berjumlah 334 lembar bila dibandingkan Semester 2 tahun 2018 berjumlah 323 lembar, mengalami kenaikan sebanyak 11 lembar Sertifikat dengan rata-rata perbulan 56 lembar sertifikat yang diterbitkan,”  Jelasnya di ruang rapat lantai 2 kantor PPN Brondong.

Total ikan yang dieksport mencapai 4.385.949,83 Kg dengan jenis ikan : Gurita biru besar (Big Blue Octopus), Kurisi (Treadfin Bream), Tuna sirip kuning (Yellowfin Tuna), Kepiting (Crab), Goatfish, Emperor, Common Octopus, Shrimp (dogol), Malabar Red Snapper, Common Dolphinfish, Narrow-Barred Spanish Mackerel, Kingfish, Shrimp (banana), Longtail Tuna, Shrimp (Tiger/Cat), Parrotfish, Greater Lizardfish, Brown Shrimp/Hardback Prawn, Firaun Cuttlefish, Anchovy, Mahi Mahi, Kawa Kawa, Eastern Little Tuna, Bonito, Black Pomfret, Sguid, Red Snapper, Bochique/Nike, Needlefish/Garrfish, Cuttlefish, Baramundi/Giant Perch, Trevally, Sailfish, Grouper, Silver Biddy, Lizardfish, Crimson Snapper/Jarang Gigi, Garfish/Cendro, Russell’s Snapper/Jenaha, Ruby Snapper/Angoli/Jobfish, Purple Spotted Bigeye, Black Marlin, Shrimp (Pink), Pinjalo Snapper, Albacore, Yellowsetripe Scad, Scad, Sweetlip Bream, Black-Tipped Rock Cod, Barracuda, Cobia/Gabus Laut, dan Croacker.

Yang menjadi tantangan dan hambatan pelaksanaan SHTI secara Eksternal diantaranya, Kapal perikanan di PPN Brondong masih banyak yang belum memiliki dokumen diatas kapal secara lengkap dan sah terutama kapal dengan alat tangkap jenis pancing, masih lemahnya kesadaran pihak kapal perikanan untuk melaporkan data asal usul (ketelusuran fishing ground) dan jumlah serta jenis produksi ikan kepada petugas yang berwenang di PPN Brondong, kesadaran pemilik kapal/nahkoda untuk mngajukan permohonan SHTI-LA/SKPI masih sangat kurang. Sedangkan secara Intern yaitu keterbatasan operator SHTI, dimana pelayanannya berada pada Seksi Kesyahbandaran yang mempunyai tugas pokok dan fungsi yang cukup luas terkait keselamatan kapal dan pelayaran.