Produksi Ikan

Sosialisasi dan Distribusi Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN)

Penulis : , | 25/03/2019 14:36

Prigi - penghasilan profesi nelayan sangat dipengaruhi oleh faktor alam yang berakibat pada jumlah hasil tangkapan yang jumlahnya tidak menentu. Usaha penangkapan ikan skala kecil belum efisien dan memiliki produktifitas yang rendah, sehingga mempengaruhi taraf hidup nelayan kecil. Selain itu, profesi nelayan memiliki resiko yang cukup tinggi, yang dapat mengancam keselamatan nelayan saat melakukan kegiatan penangkapan ikan.

Program Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN) merupakan salah satu wujud upaya pemerintah dalam upaya perlindungan nelayan sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam. Maksud dan tujuan BPAN yaitu untuk menjamin kegiatan nelayan yang lebih baik dalam usaha penangkapan ikan sehingga hak-hak dan kewajiban nelayan menjadi jelas serta akan terlindungi dalam menjalani profesinya. Manfaat yang diperoleh antara lain ketentraman dan kenyamanan bagi nelayan, dan meningkatnya kesadaran nelayan untuk melanjutkan asuransi secara mandiri. Adapun syarat penerima BPAN yaitu memiliki kartu nelayan dan atau terdaftar dalam aplikasi satu data (KUSUKA), berusia maksimal 65 tahun, menggunakan kapal berukuran paling besar 10 GT, tidak pernah mendapatkan bantuan program asuransi dari pemerintah.

Sosialisasi dan distribusi kartu Asuransi Nelayan (BPAN) pada KUB Putra Pesisir Damas, KUB Mitra Samudra, KUB Bayu Samudra, KUB Cengkrong Makmur, dan nelayan di Desa Karanggandu dilaksanakan pada tanggal 8 sampai dengan tanggal 23 Maret 2019. Sosialisasi BPAN dilakukan dengan metode kunjungan kelompok dan kunjungan perseorangan (anjangsana) bersamaan dengan pendistribusian Kartu Asuransi Nelayan (BPAN). Sosialisasi sangat diperlukan mengingat kurangnya pengetahuan nelayan tentang manfaat asuransi, masa berlaku, jenis pertanggungan, dan prosedur pengajuan klaim. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran nelayan sehingga mau mendaftar asuransi nelayan secara mandmelanjutkan asuransi secara mandiiri.