Produksi Ikan

PPS Cilacap Ikuti Latihan Penanggulangan Bencana Alam di Lanal Cilacap

Penulis : , | 26/11/2018 16:32

PPS Cilacap (26/11/2018) Latihan Penanggulangan Bencana Alam dimulai dengan Upacara di Mako Lanal Cilacap Senin 26 November 2018. Bertindak sebagai Inspektur Upacara latihan penanggulangan bencana alam adalah Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Cilacap Kolonel Laut (P) Teguh Iman Wibowo.

Peserta upacara dan latihan penanggulangan bencana alam terdiri dari beberapa instansi unsur kemaritiman di Kabupaten Cilacap diantaranya adalah: PPS Cilacap, BNPB Cilacap, Basarnas, KSOP, BMKG, PMI, PT.Pelindo III, Dinas Perhubungan, SMAN 3, Polair, TNI-AD, Bea Cukai, Orari-Rapi, dan Relawan SAR.

Dalam arahannnya Danlanal Cilacap menjelaskan bahwa ‘Bencana alam merupakan rangkaian suatu peristiwa yang disebabkan oleh alam, manusia atau keduanya yang mengakibatkan dampak besar adanya korban jiwa,penderitaan, kehilangan harta benda, kerusakan lingkungan dan fasilitas umum serta menimbulkan gangguan terhadap tata kehidupan manusia. Sedangkan penangulangan bencana adalah suatu proses yang dinamis berlanjut dan terpadu meningkatkan kualitas, langkah-langkah yang berhubungan dengan observasi dan analisis serta pencegahan kesiap siagaan penanganan darurat rehabilitasi dan rekonstruksi yang diakibatkan oleh bencana alam tersebut”lanjutnya.  

Sesuai dengan undang undang TNI  No.34 tahun 2004 tentang TNI dijelaskan bahwa Tugas TNI dalam operasi selain perang salah satu fungsinya adalah membantu pemerintah dalam menanggulangi bencana alam, pengungsian, pemberian bantuan kemanusiaan sampai pencarian dan pertolongan kecelakaan.

Latihan Penanggulangan Bencana Alam ini bertujuan dalam rangka meningkatkan  kemampuan profesionalisme kesiapan operasional dan kesiap siagaan prajurit dalam menanggulangi bencana alam jika sewaktu waktu terjadi sesuai standar prosedur yang berlaku. Perlunya mewujudkan sinergisitas dengan melibatkan Pemerintah Daerah unsur TNI- Polri,BPBD, Basarnas, BMKG, PMI, BUMN, BUMD, Organisasi Kemasyarakatan serta stake holder terkait di daerah.

Perlu diketahui bahwa wilayah Jawa Tengah bagian selatan merupakan daerah rawan bencana alam khususnya wilayah Kabupaten Cilacap. Berdasarkan indeks resiko bencana Indonesia Kabupaten Cilacap menduduki peringkat ke 17 ditingkat Nasional dan peringkat pertama ditingkat Provinsi Jawa Tengah sebagai daerah beresiko tinggi dan paling rawan terhadap bencana alam.

Usai upacara pembukaan, peserta langsung melakukan latihan/simulasi penanggulangan bencana alam dan tsunami.