Produksi Ikan

Sosialisasi Jenis-jenis Ikan yang Dilindungi di Puger

Penulis : , | 02/10/2018 11:00

UPT P2SKP Puger melaksanakan kegiatan “Sosialisasi Jenis-jenis Ikan yang Dilindungi” di Gedung Pertemuan UPT P2SKP Puger, Jember, Jawa Timur pada hari Kamis, Tanggal 27 September 2018. Kegiatan ini diikuti oleh peserta berjumlah 30 anggota kelompok nelayan dari Kecamatan Puger, Polisi Air, TNI AL, dan Kepala TPI Puger dengan pemateri dari UPT P2SKP Puger.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat terutama kelompok nelayan terkait dengan jenis-jenis ikan yang dilindungi, sehingga masyarakat mendapatkan wawasan terkait hal tersebut. “Saya mengharapkan kelompok nelayan untuk berperan aktif apabila ada jenis-jenis ikan yang dilindungi tetapi ditangkap dan diperdagangkan”, ujar Yulius Eko sebagai narasumber.

 

Konservasi mencakup tiga hal, diantaranya adalah Perlindungan, Pelestarian, dan Pemanfaatan. Menurut UU No. 45 Tahun 2009, Pasal 1 ayat 7 menyatakan bahwa konservasi sumbedaya ikan adalah upaya perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan sumberdaya ikan, termasuk ekosistem, jenis dan genetik untuk menjamin keberadaan, ketersediaan dan kesinambungannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas nilai dan keanekaragaman sumberdaya ikan.

Ada dua tipe perlindungan jenis ikan yaitu :

1.   Perlindungan penuh

Pada status Perlindungan Penuh, tidak diperbolehkan melakukan pemanfaatan apapun terhadap biota tersebut.

Contoh:

a.   Permen KP No. 04 Tahun 2014 tentang Pari Manta (Manta birotris dan Manta alfredi)

b.   Kepmen KP No. 18 Tahun 2013 tentang Ikan Hiu Paus

c.    PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pari Gergaji (Saw Fish), Penyu, Mamalia Laut (paus, lumba-lumba laut dan dugong), Koral hitam, dan lain-lain

2.   Perlindungan terbatas

Pada status Perlindungan Terbatas, pemanfaatan jenis ikan dibatasi, baik terbatas oleh waktu, tempat dan ukuran.

Contoh :

a.   Permen KP No. 37 Tahun 2013 tentang Status Perlindungan Ikan Napoleon

b.   Surat Edaran Kementrian Kelautan dan Perikanan No. 18 Tahun 2018 tentang Pemanfaatan Lobster, Kepiting, dan Rajungan ada batas-batas ukuran dari masing-masing biota tersebut yang bisa dimanfaatkan.

c.    Permen No. 34 Tahun 2015 tentang larangan pengeluaran Hiu Koboi (Carcharhinus longimanus) dan Hiu Martil (Sphyrna spp.) keluar dari wilayah Republik Indonesia.