Produksi Ikan

TRADISI PETIK LAUT PUGER MENONJOLKAN KEARIFAN LOKAL

Penulis : , | 02/10/2018 10:56

Sejak Kamis Pagi (27/09/2018), ribuan masyarakat memadati Pelabuhan Puger - Jember untuk mengikuti tradisi petik laut yang diadakan setahun sekali tepatnya tanggal 17 Syuro kalender Jawa atau 17 Muharram penanggalan Islam.

 

Menjelang tradisi petik laut, masyarakat Desa Puger Kulon menggelar berbagai macam kegiatan dan perlombaan, diantaranya kegiatan Tabligh Akbar, Wayang Kulit, Karnaval Budaya dan Pameran. Adapun perlombaan meliputi permainan Gobak Sodor, Catur, Sepak Bola, Bulu Tangkis, Bola Voli dan masih banyak lagi.

Ritual dimulai sejak hari Selasa (25/09/2018) dengan acara pengajian dan doa bersama untuk para leluhur dan pahlawan. Keesokan harinya, masyarakat nelayan di Puger Kulon menggelar Kirab Budaya yang menampilkan budaya-budaya lokal dan nusantara. Selain memamerkan budaya, petik laut juga menampilkan pernak-pernik aneka hasil bumi dan laut, seperti replika kapal perahu, dan sesaji-sesaji yang akan digunakan untuk petik laut.

Pada puncak acara para nelayan mengarak sesaji dari Kantor Desa Puger Kulon menuju ke Tempat Pemasaran Ikan (TPI) Puger. Sesaji yang diarak diletakkan di Gitik dan miniatur rumah kecil hingga besar. Di dalamnya berisi berbagai macam kue, buah-buahan, dua ekor ayam yang masih hidup serta kepala kambing dan sapi. Setelah diarak keliling kampung, gitik dan miniatur rumah dipindahkan ke salah satu kapal dan dibawa ke tengah lautan lepas diiringi dengan puluhan kapal payang milik nelayan Puger. Kapal tersebut dihiasi dengan ornamen-ornamen indah serta dilengkapi dengan sound system untuk memutar musik. Masyarakat pun sudah menunggu di masing-masing kapal untuk mengikuti tradisi larung sesaji. Sekali komando, puluhan kapal tersebut menuju ke Plawangan sebuah lokasi berair tenang di Pantai Pancer Puger.

Kepala Desa Puger Kulon Bapak Nur Hasan menyatakan bahwa acara petik laut merupakan salah satu bentuk wujud syukur nelayan Puger, karena laut adalah sumber kehidupan bagi warga Puger Kulon, maka petik laut ini menjadi salah satu cara warga untuk mengucapkan rasa syukur.

 “Acara petik laut adalah agenda Tahunan yang kami laksanakan. Acara ini adalah acara selamatan desa sebagai wujud rasa syukur kami atas limpahan rezeki yang telah kami terima  dan dilaksanakan dengan berbagai kegiatan, hiburan, dan perlombaan yang lebih menarik”, ujar Nur Hasan.