Produksi Ikan

Sosialisasi Alat Keselamatan Berlayar

Penulis : , | 25/09/2018 16:34

Rabu tanggal 19 September 2018, untuk kesekian kalinya UPT. P2SKP Muncar mengadakan pertemuan bersama nelayan dalam rangka sosialisasi penyadaran hukum terkait perundang-undangan bidang kelautan dan perikanan dengan judul ‘Alat Keselamatan Berlayar’. Kali ini bukan bertempat di muncar namun sosialisasi diadakan di TPI Grajagan,  Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi. Pertemuan tersebut untuk menindaklanjuti terkait seringnya dijumpai para nelayan atau ABK yang tidak membawa peralatan alat keselamatan berlayar minimal life jacket, pelampung dan radio panggil/HT. Selain para nelayan, pertemuan juga dihadiri oleh Syahbandar, Polair, Dinas Perikanan kabupaten banyuwangi, TNI AL dan HNSI kabupaten Banyuwangi.

Untung Widyanto, Kepala bidang tangkap selaku moderator dengan narasumber Kartono Umar, S.Pi, MAP dan Erlambang, SP. memaparkan materi terkait aturan undang-undang tentang alat keselamatan berlayar sesuai Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 Junto Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan, Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Kepelabuhan Perikanan , Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran.

Keselamatan dan Keamanan Pelayaran adalah suatu keadaan terpenuhinya persyaratan keselamatan dan keamanan yang menyangkut angkutan di perairan, kepelabuhanan, dan lingkungan maritim. Keselamatan Kapal adalah keadaan kapal yang memenuhi persyaratan material, konstruksi, bangunan, permesinan dan perlistrikan, stabilitas, tata susunan serta perlengkapan termasuk perlengkapan alat penolong dan radio, elektronik kapal, yang dibuktikan dengan sertifikat setelah dilakukan pemeriksaan dan pengujian.

Berikut adalah pentingnya menyediakan alat keselamatan kerja. Pertama, alasan kita harus menyediakan alat-alat keselamatan yang paling sering kita dengar yaitu untuk menyelamatkan korban jiwa apabila terjadi kecelakaan saat perjalanan menuju suatu tempat tertentu : pelampung penolong, life jacket, dan alat apung lainnya (timba bekas cat dan jirigen). Kedua, sebagai bantuan darurat apabila tim SAR belum tiba di lokasi. Apabila ada penumpang/tenaga kerja kapal yang mengalami kecelakaan di laut dan kita hanya mengandalkan bantuan dari tim SAR maka persentase korban akan selamat kecil untuk itu disiapkan obat-obatan, pembalut/perban, gunting, plester, obat merah untuk P3K. Ketiga, memperkecil angka kecelakaan terhadap penumpang/tenaga kerja kapal. Dengan adanya alat-alat keselamatan kerja maka kita dapat menghindari beberapa kecelakaan yang terjadi keselamatan diri dari pekerjaan melaut adalah prioritas utama yang perlu diperhatikan oleh nelayan/pelaut yang profesional pada saat terjadi kecelakaan/musibah di atas kapal. Antara lain : pakaian kerja, sarung tangan, masker mulut/muka, helm kerja, sepatu kerja.