Produksi Ikan

Sekolah Lapang Nelayan (SLN) BMKG Maritim Surabaya

Penulis : , | 10/08/2018 14:19

Awal Agustus BMKG Maritim Surabaya mengadakan kegiatan Sekolah Lapang Nelayan (SLN) di Pacitan, Jawa Timur. Sebanyak 42 peserta dari berbagai instansi dan elemen masyarakat yang terdiri dari petugas penyuluh perikanan, ketua kelompok nelayan, petugas/operator SIMAIL Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dan Kelompok Masyarakat Pengawas (POKMASWAS) di sekitar wilayah Pacitan. Adapun latar belakang diadakannya kegiatan tersebut adalah :

  1. Kurangnya diseminasi pemahaman akan informasi meteorologi maritim yang  disampaikan BMKG  kepada stakeholder/pengguna jasa, sehingga diperlukan adanya bimbingan untuk memahami informasi.
  2. Mendukung Program Nawacita yang salah satunya adalah ‘’Kedaulatan Pangan dan Pengembangan Ekonomi Maritim dan Kelautan’’.
  3. Pengetahuan dan kemampuan para penyuluh dalam memberikan pelayanan meteorologi kepada nelayan masih sangat minim dan terbatas.
  4. Kondisi iklim yang sangat beragam dan cenderung tidak pasti merupakan tantangan utama , khususnyadalam pengelolaan sektor perikanan.

Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 6 sampai 8 agustus 2018 yang ditandai pembukaannya oleh wakil Bupati Pacitan dan Deputi Bidang Meteorologi di Aula Pelabuhan Perikanan Tamperan. Adapun tujuan dan sasaran yang ingin dicapai adalah :

Tujuan

  1. Berbagi ilmu pengetahuan dari BMKG ke penyuluh terkait pelayanan informasi meteorologi maritim
  2. Memberikan pengetahuan kepada penyuluh perikanan/petugas dinas terkait tentanag iklim dan kemampuan antisipasi dampak gejala iklim ekstrim terhadap kegiatan perikanan.
  3. Meningkatnya diseminasi layanan informasi meteorologi maritim kepada penyuluh
  4. Memberikan pemahaman informasi iklim serta pemanfaatanya secara optimal untuk menunjang, keberhasilan pembangunan di sektor perikanan

Sasaran

  1. Meningkatnya kualitas dan kuantitas informasi meteorologi maritim yang disampaikan kepada para pengguna.
  2. Meningkatnya pemahaman informasi cuaca dan iklim serta pemanfaatanya secara optimal untuk menunjang keberhasilan pembangunan di sektor perikanan kepada para petugas dinas terkait di jajaran pemerintah daerah kabupaten/kota di provinsi Jawa Timur.

Pada hari atau sesi pertama, masing-masing peserta diharuskan menyampaikan permasalahan-permasalahan yang muncul terkait dengan pelayanan prakiraan cuaca di daerah/instansi masing-masing dan dilanjutkan dengan pre-test. Dihari kedua, pemaparan materi-materi terkait meteorologi, klimatologi dan geofisika dan praktek cara membaca simbol-simbol peta cuaca. Pada hari ketiga, para peserta diberi tugas untuk mencari informasi dari nelayan terkait kendala yang sering muncul dalam pelayanan pemberian informasi prakiraan cuaca. Setelah itu dilanjutkan dengan FGD (Forum Grup Discussion)  dan diakhiri dengan post-test.

Adapun permasalahan yang disampaikan dalam FGD tersebut adalah :

  1. Masih kurang akuratrnya data prakiraan cuaca antara yang dikeluarkan BMKG dengan kondisi di lapangan khususnya pada gelombang
  2.  Belum adanya pencantuman arus angin pada display BMKG
  3.  Masih kurangnya pemahaman nelayan dan/atau peserta dalam membaca simbol-simbol cuaca
  4. Belum adanya pemberitahuan prakiraan cuaca secara langsung dan cepat kepada nelayan seperti SMS notifikasi prakiraan cuaca harian karena sebagian besar mereka masih belum menguasai smartphone/android

Sedangkan rekomendasi solusi yang dihasilkan adalah :

  1. Perbaikan dan pemutakhiran alat BMKG
  2. penambahan unsur/simbol arus angin pada display prakiran cuaca BMKG
  3. Kegiatan semacam ini (Sekolah Lapang Nelayan) lebih diperbanyak lagi agar semakin banyak juga nelayan yang mengerti dan paham tentang cara membaca unsur/simbol prakiraan cuaca
  4. Dimungkinkan pembeitahuan prakiraan cuaca melalui SMS notifikasi via mobile phone kepada nelayan atau yang mewakili (ketua KUB/kapten kapal)
  5. Membentuk grup whats up sebagai bentuk silaturahmi dan wadah sharing BMKG