Produksi Ikan

Monitoring Mangrove di Desa Peleyan, Situbondo

Penulis : , | 09/08/2018 17:01

Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di air payau dan dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.

Salah satu tugas dari Seksi Pengawasan UPT P2SKP Muncar adalah melakukan kegiatan pemantauan atau monitoring pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan di wilayah kabupaten Banyuwangi dan Situbondo. Monitoring hutan mangrove dilaksanakan pada tanggal 2-3 agustus 2018 di kabupaten Situbondo

Total lokasi vegetasi mangrove/bakau yang ada di Situbondo sebanyak 11 titik. Semuanya dikelola oleh KUB Gina Lestari yang beranggotkan 50 orang yang diketuai Bapak Suginah. Beliau secara bergilir berganti memantau lokasi-lokasi tersebut. Karena jarak antra lokasi-lokasi tersebt lumayan jauh baisanya beliau membuat jadwal monitoring sekaligus membagi anggota menjadi beberapa kelompok kecil. Selain dari internal anggota KUB itu sendiri,  beliau, pak Ginah (sapaan akrabnya) juga bekerjasama dengan perangkat desa dan masyarakat setempat ditiap masing-masing lokasi.

Pada pemantauan kali ini kami mengunjungi dua lokasi yaitu mangrove di desa Pleyan, kecamatan Panarukan dan desa Agel, Kecamatan Jangkar. Jenis mangrove/bakau yang dominan adalah jenis api-api (Avicennia sp). Pada dasarnya lingkungan kedua lokasi tersebut sama yaitu di area pantai utara situbondo dengan sendimentasi lumpur.

Menurut Suginah, infrastruktur jalan ke lokasi harus menjadi perhatian pemerintah, akses jalan dan jembatan juga belum ada, serta tidak adanya fasilitas umum seperti mushola, toilet dan tempat parkir. Untuk semerntara, baik dari penanaman bibit, perawatan sampai pembangunan jalan setapak masih swadaya dari masyarakat setempat.

Kedepan perlu perhatian khusus dari pemerintah setempat, baik daerah maupun provinsi agar segera dianggarkan untuk membangun beberapa infrastruktur seperti jalan, jembatan, mushola, tolet dan tempat parkir agar akses menuju lokasi bisa lebih mudah dan bisa memuaskan para pengunjung yang mengunjungi atau berwisata ke lokasi tersebut sehingga bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat dan lebih luasnya untuk pemerintah daerah Situbondo.

Manfaat yang lebih penting dari hutan bakau adalah sebagai pelindung pantai, habitat berbagai jenis satwa, dan tempat pembesaran (nursery ground) banyak jenis ikan laut. Salah satu fungsi utama hutan bakau adalah untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan, serta meredam gelombang besar termasuk tsunami.