Produksi Ikan

PEMBUKAAN PROGRAM DIKLAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT ( BST )

Penulis : , | 18/07/2018 15:10

  • Mayangan ( 18 – 07 – 2018 )

Maraknya kecelakaan laut bukan hanya menimbulkan banyak korban jiwa, namun publik juga ikut melihat sisi lain tingginya resiko yang dihadapi pelaut. Kementerian Perhubungan Laut melalui lembaga diklat keterampilan pelaut dalam hal ini, terus menggalakkan sertifikasi bagi pelaut untuk miliki kompetensi Basic Safety Training (BST).

BST ini merupakan titik awal bagi orang-orang yang mencari pekerjaan di industri maritim. Selain itu, BST juga menjadi panduan keselamatan bagi pelaut, dimana dapat meminimalisir korban saat kecelakaan laut terjadi.

Bertempat di Gedung Pertemuan Pelabuhan UPT P2SKP Mayangan, dilaksanakan kegiatan Basic Safety Training ( BST ) mulai tanggal 17 Juli 2018 – 20 Juli 2018. Kegiatan ini sudah hari ke-2 yang di ikuti oleh 550 orang peserta, yaitu para abk, para nakhoda, agen kapal, pemilik/pengurus kapal dan para pelatihan lainnya. Antusiasme untuk kegiatan ini di buka oleh Kepala Kemenhub Badan Pengembangan SDM Perhubungan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran Tangerang serta penjelasan umum oleh Kapala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan  ( KSOP ) Kelas IV Probolinggo beserta isi materi pokok dan praktek terkait dengan Basic Safety Training ( BST )

Basic Safety Training ( BST ) adalah Pelatihan untuk semua Nelayan yang bertujuan untuk agar peserta pelatihan dapat mengetahui dan mencari tahu sebab kecelakaan yang tidak seharusnya terjadi, sehingga sebab kecelakaan dapat di hindari oleh semua kecelakaan bisa di tiadakan sampai tercapai bebas kecelakaan. Salah satu cara mencegah kecelakaan di tempat kerja yang harus di patuhi oleh semua karyawan

Komponen pada umumnya mencakup program BST yaitu :

  1. Pencegahan Kebakaran
  • Petunjuk Keselamatan

Penyelamatan Jiwa Manusia di Laut merupakan suatu pengetahuan praktis pelaut yang menyangkut bagaimana cara menyelamatkan diri maupun orang lain :

  1. Terbakar
  2. Tubrukan
  3. Kandas
  4. Bocor
  5. Tenggelam
  • Prinsip Bertahan Hidup Di laut
  1. Berusaha untuk tetap hangat, jika mungkin untuk tetap kering
  2. Jangan berenang kecuali sangat di perlukan
  3. Gunakan perlengkapan survival sesuai dengan petunjuk
  4. Gunakan peralatan yang anda temukan
  5. Jangan makan/minum bahan – bahan yang mengandung alkohol
  6. Jangan minum urin atau air laut karena akan menambah kebutuhan air/haus
  1. Keadaan Darurat
  • Faktor – faktor yang menyebabkan keadaan darurat
  1. Faktor Manusia
  2. Faktor Teknis
  3. Faktor Alam
  • Macam – macam keadaan darurat
  1. Tubrukan
  2. Kandas/terdampar
  3. Reaksi Muatan Bahaya
  4. Pengerasan Muatan
  5. Kebakaran Kamar Mesin
  6. Kebakaran
  7. Tenggelam

ISYARAT BAHAYA

  • Kebakaran dan Keadaan Darurat

Bunyi lonceng kapal dan bunyi alarm terus menerus untuk jangka waktu 10 detik

  • Meninggalkan Kapal

O O O O O O O _______ 7 Tiup pendek dan 1 Tiup Panjang suling kapal, serta yang sama pada bel alarm dan bunyi alarm terus menerus

  • Orang Jatuh Ke Laut

____ ____ ____ Berteriak dan katakan orang jatuh kelaut sebelah kiri/kanan . . . . . . . orang jatuh ke laut ke arah anjungan ( 3 Tipu Panjang Pada Suling Kapal )

  • Pembatalan

O O O Dari situasi kebakaran dan keadaan darurat 3 tiup pendek pada suling kapal dan 3 bunyi pendek pada alarm umum

  1. Evakuasi
  • Meninggalkan Kapal ( Abadon Ship )

Para Penumpang harus mengikuti petunjuk petugas yaitu :

  1. Berbaris dengan tertib untuk naik keatas sekoci penolong maupun rakit penolong kembung ( arahkan dengan benar )
  2. Bagi yang tersesat diarahkan kembali ke sekoci yang telah di tentukan ( lihat sijil sekocinya )
  3. Komandan sekoci memeriksa anak buah untuk penumpang yang akan naik di sekocinya
  4. Panggil nama satu – persatu, kemudian periksa kelengkapannya ( Topi, life jacket, pakaian secukupnya, sepatu, dll )
  5. Pada waktu naik sekoci dahulukan :
  1. Anak – anak
  2. Orang Tua
  3. Perempuan
  1. Pada waktu naik sekoci/rakit harap di bimbing
  • Persiapan Sebelum Meninggalkan Kapal

Tindakan pertama mendengarkan isyarat tanda bahaya :

  1. Gunakan seluruh pakaian sebagai pelindung
  1. Pakailah pakaian hangat sebanyak mungkin
  2. Bawalah ID Card dan surat penting lainnya
  3. Kenakan rompi penolong
  4. Minum air dan bila bawa air dan makan yang ada di kamar
  5. Pergilah segera ke tempat berkumpul
  1. Terjun ke Laut Memakai Pelampung Penolong

Bila terpaksa harus terjun ke laut, lakukanlah sesuai dengan petunjuk berikut ini :

  1. Lemparkan dahulu pelampung penolong, usahakan jatuh-nya pelampung dekat dengan anda jatuh ke laut
  2. Berdiri tegak di atas sisi kapal, lihat permukaan laut, kemungkinan ada pusaran laut atau benda – benda yang menghalangi
  3. Tutup mulut dan hidung dengan tangan untuk mencegah air masuk ketika terjun
  4. Loncat dengan kaki tertutup rapat dan lurus pandangan ke depan