Produksi Ikan

Peran Sistem Rantai Dingin (Cold Chain System) untuk Penanganan Ikan

Penulis : , | 06/07/2018 10:26

Jember, UPT. Pelatihan Teknis Perikanan Budidaya dan Pengolahan Produk Kelautan dan Perikanan Kepanjen (PTPBP2KP) Kepanjen, Malang melaksanakan giat “Sosialisasi Peran Rantai Dingin (Cold Chain System) untuk Penanganan Ikan” yang dilaksanakan di UPT. Pelabuhan dan Pengolahan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (P2SKP) Puger yang sasarannya adalah nelayan dan pelaku usaha perikanan yang ada di Kabupaten Jember.

Produk perikanan merupakan suatu produk yang sangat dibutuhkan oleh  masyarakat dalam memenuhi kebutuhan gizi terutama yang berasal dari protein  hewani. Ikan sebagai komoditas yang mudah dan cepat membusuk (high perishable  food), memerlukan penanganan yang cepat, bersih, cermat dan dingin (quick, clean, careful and cool) sehingga mutu ikan dapat tetap dipertahankan sejak ikan diangkat dari laut hingga ikan didistribusikan atau dipasarkan ke konsumen. Salah satu mekanisme penanganan ikan dilakukan melalui penerapan sistem rantai dingin (cool chain system).

Cold chain atau rantai dingin merupakan sebuah sistem rantai pasok yang mempertimbangkan tingkatan suhu dalam prosesnya. Cold chain untuk menjaga produk beku atau dingin dalam lingkungan dengan temperatur tertentu baik selama produksi, penyimpanan, transportasi, proses dan penjualan. Hal ini ditujukan untuk menjaga kualitas produk.

Tanoto Herlambang S.Pi, MMA, dan Zainul Hasan, A.Pi sebagai narasumber menjelaskan peran penting penerapan sistem rantai dingin untuk menjaga kesegaran ikan harus diawali dari setelah ikan ditangkap (ketika disimpan di kapal). Penanganan ikan setelah penangkapan atau pemanenan memegang peranan penting untuk memperoleh nilai jual ikan yang maksimal. Tahap penanganan ini menentukan nilai jual dan proses pemanfaatan selanjutnya serta mutu produk olahan ikan yang dihasilkan.

Penanganan dan penempatan ikan secara higienis merupakan prasyarat dalam menjaga ikan dari kemunduran mutu karena baik buruknya penanganan akan berpengaruh langsung terhadap mutu ikan sebagai bahan makanan atau bahan baku untuk pengolahan lebih lanjut. Demikian juga penempatan ikan pada tempat yang tidak sesuai, misalnya pada tempat yang bersuhu panas, terkena sinar matahari langsung, tempat yang kotor dan lain sebagainya akan berperan mempercepat mundurnya mutu ikan. [UPT. P2SKP Puger]