Produksi Ikan

Kegiatan Pemantauan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan di PT. Tuna Indonesia Mandiri

Penulis : , | 30/06/2018 19:08

Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dinas di bidang pengawasan dan pengendalian sumberdaya perikanan dan kelautan, melaksanakan sebagian tugas dinas di bidang tata ruang pengelolaan laut, pesisir dan pulau-pulau kecil serta melaksanakan sebagian tugas dinas di bidang kelautan dan perikanan.

Salah satu tugas dari Seksi Pengawasan UPT P2SKP Muncar adalah melakukan kegiatan pemantauan atau monitoring pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan di wilayah kabupaten Banyuwangi dan Situbondo. Monitoring dilaksanakan pada hari jumat 29 juni 2018 di salah satu perusahaan perikanan yaitu PT. TIM (Tuna Indonesia Mandiri) Banyuwangi.

 Perusahaan tersebut adalah perusahaan baru yang bergerak pada sektor pengolahan ikan jenis pelagis besar (Tuna, Baby Tuna dan Cakalang). Mereka mendapat supply bahan baku dari berbagai daerah antara lain dari sendang biru, grajagan, pancer, banyuwangi. Namun sebagian besar bahan baku didapat dari luar daerah berupa bentuk beku (frozen product) yang diangkut dari kapal-kapal pekalongan yang bersandar di pelabuhan ketapang.

 PT. TIM berdiri yang pada tahun 2016 dan sampai sekarang sudah mempunyai karyawan sebanyak 200 orang yang terdiri dari karyawan borongan, harian dan tetap. Rata-rata produksi mereka adalah 10-15 ton/hari dengan target produksi 25 ton/hari dengan produk akhir berupa frozen coock loin dan utuh. Penjualan saat ini adalah ekspor yaitu ke negara Thailand dan lokal. Kedepan perusahaan akan mengembangkan bisnisnya berupa produk kaleng/canning.  

Saat ini permasalahan utama yang dihadapi perusahaan tersebut adalah sulitnya mencari karyawan. Banyak karyawan yang berhenti dengan alasan yang bervariatif sehingga perusahaan belum bisa optimal. Dengan melihat dan memahami permasalahan/kendala tersebut, sebenarnya pihak perusahaan sudah berupaya terus mengadakan rekrutmen karyawan sehingga operasional produksi bisa optimal.